*SUKAMAKMUR, BOGOR -//Asr-tv.com// | Bupati Kabupaten Bogor *Rudy Susmanto* melakukan kunjungan kerja (kunker) meninjau pekerjaan jalan di wilayah Kecamatan Sukamakmur hingga Desa Tajur, Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (20/10/2026).
Dalam kunjungannya, Rudy Susmanto meninjau langsung pekerjaan jalan sepanjang *20 kilometer*. Rinciannya, *15 kilometer dikerjakan oleh pemerintah pusat dan 5 kilometer dikerjakan oleh pemerintah provinsi*, yang merupakan hasil karya aspirasi DPR RI perwakilan Kabupaten Bogor dari Dapil Kabupaten Bogor.
"Beberapa ratus meter yang sempat longsor yang belum dicor akan diintervensi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor," ujar Rudy di lokasi tepatnya di depan Kavling Kepiting Sungai.
*Ajak Kawal Bersama Program Bedah Rumah Rp 20 Juta Tanpa Titipan*
Selain infrastruktur jalan, Bupati Rudy juga memberikan imbauan tegas terkait program *Bedah Rumah Tidak Layak Huni atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)*.
Rudy menegaskan bahwa program bedah rumah tersebut *tidak masuk dalam postur APBD Kabupaten Bogor*. Anggaran berasal langsung dari Kementerian yang masuk ke kelompok-kelompok masyarakat (KSM).
"Semuanya tidak masuk dalam postur APBD Kabupaten, langsung kepada masyarakat," tegasnya.
Menjawab pertanyaan jurnalis : terkait potensi adanya titipan harga atau pungli, Bupati meminta semua elemen untuk mengawal bersama.
*"Tapi bisa dipastikan Pak tidak ada titipan-titipan harga Pak?"* tanya Jurnalis.
*"Iya, pemerintahnya mengawal, masyarakatnya mengawal, kelompok-kelompok masyarakatnya mengawal. Aspirasi dari tokoh-tokoh politik yang di pusat dari DPR RI yang berangkat dari dapil Kabupaten Bogor sudah memiliki niat baik, Pak Presiden juga membiayai dengan anggaran yang cukup besar. Pastikan anggarannya tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Diawasi bersama,"* jawab Bupati Rudy Susmanto.
*Target 11 Ribu Rumah Tuntas di 2026*
Rudy menambahkan, dalam waktu dua bulan ke depan, pihaknya harus mengejar target pembangunan bedah rumah.
"*10 ribu rumah* dari program BSPS dan *seribu sekian rumah dari APBD Kabupaten*, jadi *sebelas ribu rumah lebih harus tuntas kita bangun di tahun 2026. 2027 harus kita lanjutkan lagi*," ungkapnya.
Menurutnya, jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Bogor masih sangat banyak, sehingga anggaran yang ada saat ini belum bisa menuntaskan semuanya, namun harus dipastikan tepat sasaran.
Setelah meninjau di Sukamakmur, rombongan Bupati melanjutkan peninjauan ke *Desa Tani Kolot* untuk memastikan pembangunan rumah yang sudah dan yang akan dibangun sesuai spek.
*Turut Hadir Dalam Kunker:*
Jajaran OPD Kabupaten Bogor, Camat Sukamakmur, Kepala Desa Tajur, dan tokoh masyarakat setempat.
*Penulis: Ecin K.
*Editing prabu Ireng


