ASR

lisensi

Advertisement

Sunday, 31 May 2026, May 31, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-01T01:43:12Z

Elang Jawa, Sorot Matamu Tajam Namun Ragu

   Dok ,Asr
BOGOR //ASR-TV.COM//PSSEJ (Pusat Suaka Satwa Elang Jawa) adalah tempat rehabilitasi burung pemangsa yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, terletak di kampung Loji, desa Ciburayut, kecamatan Cigombong, kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Nisaetus Bartelsi nama Latin dari Elang Jawa, salah satu spesies elang yang terancam punah (Endangered) diperkirakan populasinya di alam liar hanya sekitar 300 sampai 515 pasang. Burung yang bersifat monogami ini hanya menghasilkan satu telur setiap dua tahun, sebab itu untuk memulihkan populasinya berjalan sangat lambat.
Farid perawat Elang PSSEJ menjelaskan “Elang Jawa di sini berjumlah 5 ekor dan sudah memasuki usia dewasa semua 3-4 tahun, nanti setelah usia 5 tahun baru bisa dikembangbiakan. Elang jenis lain totalnya ada 21, ada elang brontok, elang ular bido, alap-alap jambul, ketiga jenis elang ini adalah elang pegunungan, tetapi ada juga elang bondol di sini, elang ini elang laut. Elang Jawa liar pun masih sering terlihat terbang di sekitar kawasan ini. Dan untuk memberi makan elang rehabilitasi, kita memakai pakan hidup, seperti katak, tikus pohon, bajing, ular pohon. Fungsinya agar insting predator mereka kembali, karena kan elang-elang ini diambil dari pemelihara sebelumnya, atau dari perdagangan satwa.”

Satwa pemangsa endemik pulau Jawa ini berhabitat di 74 hutan di pulau Jawa. Upaya konservasi Elang Jawa ini akan lebih sulit jika pemerintah tidak All Out dalam menjaga keberlanjutan kehidupannya di habitat aslinya.

Faktor utama dari ancaman kepunahan satwa liar selalu datang dari manusia, perdagangan hewan, deforestasi hutan menjadi problem yang tak kunjung selesai. (Sumber : Pusat Rehabilitasi PSSEJ)

Elang jawa yang menjadi predator puncak di langit hutan pulau Jawa berperan penting dalam sistem ekologis. Syarat lokasi dari habitat elang Jawa pun terbilang lain, Elang jawa memiliki spesifikasi tertentu dalam habitatnya, habitat Elang Jawa harus memenuhi unsur hutan hujan tropis dengan heterogenitas (Ekosistem hutan yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna) tinggi, serta adanya jenis-jenis pepohonan yang menjulang tinggi.

Menurunnya populasi Elang Jawa sangat berdampak pada keseimbangan ekosistem hutan terganggu. Mangsa Elang Jawa antara lain bajing dan burung, jika Elang Jawa populasinya sedikit maka bajing dan burung pemakan buah dan biji akan semakin meningkat populasinya, jika populasinya semakin meningkat maka akan mengganggu regenerasi tumbuhan hutan penghasil buah dan biji sehingga terjadi hambatan populasi tumbuhan hutan. Jika terjadi over populasi bajing dan burung maka persaingan akan semakin ketat sehingga memaksa burung-burung meninggalkan hutan tersebut. (Sumber : Jurnal Penelitian UGM)

Sebagai predator teratas, Elang Jawa juga menjaga agar monyet, ular, kadal, jelarang populasinya terkontrol. Tidak melebihi keseimbangan ekosistem sehingga hutan tetap terjaga dengan baik.

Maka konservasi Elang Jawa dan habitatnya mesti digaungkan oleh para peneliti, aktivis, pemerintah serta warga di sekitar area lingkungan hutan konservasi. Peran masyarakat di sini yang paling vital, karena sebagai warga yang berada di area terdepan, warga harus mampu menghalangi perburuan liar yang marak terjadi.

Pemerintah harus mendukung penuh program konservasi Elang Jawa, jangan sampai anak cucu kita melihat Elang Jawa yang diyakini kuat sebagai inspirasi di balik lambang Garuda Pancasila hanya di dalam buku kenang-kenangan satwa endemik pulau Jawa. Selamat Hari Lahir Pancasila, terbanglah Garudaku!


(Irwan Darmawan)