Cileungsi–//Asr-tv.com//Wacana pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Bogor Timur kini semakin bergulir matang dan disambut dengan antusiasme luar biasa oleh masyarakat setempat. Langkah ini dinilai sebagai solusi konkret atas keluhan klasik warga di ujung timur Kabupaten Bogor yang selama ini kerap kesulitan mengakses pusat pelayanan administrasi di Cibinong akibat jarak geografis yang terlampau jauh.
Rencana pembentukan kabupaten baru ini diproyeksikan mencakup tujuh wilayah kecamatan strategis. Wilayah tersebut meliputi:
Kecamatan Cileungsi
Kecamatan Klapanunggal
Kecamatan Gunung Putri
Kecamatan Jonggol
Kecamatan Sukamakmur
Kecamatan Cariu
Kecamatan Tanjungsari
Lonjakan jumlah penduduk yang sangat pesat di ketujuh kecamatan tersebut menjadi landasan utama mengapa pemekaran wilayah dirasa mendesak. Dengan populasi gabungan yang kini diperkirakan mencapai 1,5 juta jiwa di 75 desa, rentang kendali pelayanan publik dari kabupaten induk dinilai sudah tidak lagi ideal.
Jika wilayah otonom baru ini sukses terbentuk, masyarakat meyakini akan ada lompatan besar dalam aspek pemerataan pembangunan, kemudahan pengurusan dokumen kependudukan, serta optimalisasi potensi ekonomi daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.
Melalui komitmen nyata Pemerintah Daerah, Meskipun moratorium pemekaran daerah dari pemerintah pusat belum dicabut sepenuhnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak tinggal diam dan terus bergerak melakukan pembuktian konkret di lapangan. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor tahun 2024–2044 bahkan telah secara resmi mengintegrasikan gagasan pemekaran ini.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk mematangkan persiapan infrastruktur fisik agar saat pintu moratorium dibuka, Bogor Timur sudah dalam kondisi siap mandiri.
Pemkab Bogor fokus mempercepat pembangunan sarana penunjang dan titik pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur, termasuk penyelesaian land clearing di kawasan Sukamakmur serta optimalisasi koridor Puncak Dua.
"Keberhasilan pembangunan bukan hanya soal pembiayaan dan program, tetapi bagaimana seluruh masyarakat bersama-sama membersamai program pemerintah. Program yang kami siapkan sepenuhnya merupakan aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor," ujar Rudy Susmanto saat memaparkan tahapan pembangunan.
Ia juga menambahkan, "Kami tidak berbicara soal pemekaran wilayah (secara wacana saja). Yang kami bangun adalah pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat dan timur agar pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat."
Senada dengan hal tersebut, jajaran DPRD Kabupaten Bogor juga turut mengawal ketat kesiapan administratif dan tata ruang wilayah calon ibu kota. Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Beben Suhendar, menjelaskan bahwa beberapa alternatif penempatan pusat pemerintahan terus dikaji secara mendalam bersama para ahli perencanaan wilayah, salah satunya ketersediaan lahan strategis di Sukamakmur
"Kita sudah memiliki lahan seluas 63 hektare yang disiapkan untuk mendukung pemekaran. Saat ini tinggal memastikan arah kebijakan dan kesiapan infrastrukturnya," ungkap Beben Suhendar.
Ia menekankan bahwa persiapan ini harus terus berjalan tanpa harus menunggu sinyal pusat secara pasif. "Pak Bupati Rudy Susmanto ingin agar persiapan ini tetap berprogres. Beliau menekankan bahwa yang paling penting sekarang adalah pembuktian langkah konkret, bukan hanya wacana," tandasnya.
Tantangan administratif, anggaran, dan pemenuhan infrastruktur jalan memang masih membentang di depan mata. Namun, dengan solidnya dukungan dari masyarakat bawah, para kepala desa, badan permusyawaratan desa (BPD), hingga sinergi eksekutif-legislatif di tingkat kabupaten, mimpi lahirnya Kabupaten Bogor Timur kini bukan lagi sekadar di atas kertas, melainkan sebuah kepastian yang sedang dijemput secara nyata.
Irwan Darmawan


